Jumat, 27 November 2009
FIBROSARKOMA & HISTIOSITOMA FIBROSA MALIGNA
Fibrosarkoma dan Histiositoma Fibrosa Maligna mirip dengan osteosarkoma dalam bentuk, lokasi dan gejala-gejalanya. Pengobatannya juga sama.
KONDROSARKOMA
Kondrosarkoma adalah tumor yang terdiri dari sel-sel kartilago (tulang rawan) yang ganas.Kebanyakan kondrosarkoma tumbuh lambat atau merupakan tumor derajat rendah, yang sering dapat disembuhkan dengan pembedahan. Tetapi, beberapa diantaranya adalah tumor derajat tinggi yang cenderung untuk menyebar.Untuk menegakkan diagnosis perlu dilakukan biopsi.Kondrosarkoma harus diangkat seluruhnya melalui pembedahan karena tidak bereaksi terhadap kemoterapi maupun terapi penyinaran. Amputasi tungkai atau lengan jarang diperlukan. Jika tumor diangkat seluruhnya, lebih dari 75% penderita bertahan hidup.
TUMOR EWING
Tumor Ewing (Sarkoma Ewing) muncul pada masa pubertas, dimana tulang tumbuh sangat cepat. Jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 10 tahun dan hampir tidak pernah ditemukan pada anak-anak Afro-Amerika.Tumor bisa tumbuh di bagian tubuh manapun, paling sering di tulang panjang anggota gerak, panggul atau dada.Tumor juga bisa tumbuh di tulang tengkorak atau tulang pipih lainnya.Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah nyeri dan kadang pembengkakan di bagian tulang yang terkena. Penderita juga mungkin mengalami demam.
Tumor mudah menyebar, seringkali menyebar ke paru-paru dan tulang lainnya.Pada saat terdiagnosis, penyebaran telah terjadi hampir pada 30% penderita.Jika diduga suatu tumor, maka biasanya dilakukan pemeriksaan untuk menentukan lokasi dan penyebaran tumor:
# Rontgen tulang kerangka tubuh
# Rontgen dada
# CT scan dada
# Skening tulang
# Biopsi tumor.
Pengobatan seringkali merupakan kombinasi dari:
# Kemoterapi (siklofosfamid, vinkristin, daktinomisin, doksorubisin, ifosfamid, etoposid)
# Terapi penyinaran tumor
# Terapi pembedahan untuk mengangkat tumor.Prognosis tergantung kepada lokasi dan penyebaran tumor.
LIMFOMA TULANG MALIGNA
Limfoma Tulang Maligna (Sarkoma Sel Retikulum) biasanya timbul pada usia 40- 50 tahun.Bisa berasal dari tulang manapun atau berasal dari tempat lain di tubuh kemudian menyebar ke tulang.Biasanya tumor ini menimbulkan nyeri dan pembengkakan, dan tulang yang rusak lebih mudah patah.Pengobatan terdiri dari kombinasi kemoterapi dan terapi penyinaran, yang sama efektifnya dengan pengangkatan tumor. Amputasi jarang diperlukan
Kanker Tulang
Definisi Kanker
Tubuh anda terbentuk dari banyak struktur-struktur kecil yang disebut sel-sel. Ada banyak tipe-tipe yang berbeda dari sel-sel yang tumbuh untuk membentuk bagian-bagian yang berbeda dari tubuh anda. Selama pertumbuhan dan perkembangan yang normal, sel-sel ini secara terus menerus tumbuh, membelah, dan membuat sel-sel baru. Proses ini berlanjut di seluruh kehidupan bahkan setelah anda tidak lagi tumbuh. Sel-sel berlanjut membelah dan membuat sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel yang tua dan rusak. Pada seorang yang sehat, tubuh mampu untuk mengontrol pertumbuhan dan pembelahan dari sel-sel menurut keperluan-keperluan dari tubuh. Kanker adalah ketika kontrol yang normal ini dari sel-sel hilang dan sel-sel mulai tumbuh dan membelah diluar kontrol. Sel-sel juga menjadi abnormal dan telah merubah fungsi-fungsi pada pasien-pasien dengan kanker.
Ada banyak tipe-tipe yang berbeda dari kanker. Kanker biasanya dinamakan berdasarkan pada tipe dari sel yang dipengaruhi. Contohnya, kanker paru disebabkan oleh sel-sel yang diluar kontrol yang membentuk paru-paru, dan kanker payudara oleh sel-sel yang membentuk payudara. Suatu tumor adalah suatu kumpulan (koleksi) dari sel-sel abnormal yang mengumpul bersama. Bagaimanapun, tidak semua tumor-tumor adalah bersifat kanker.
Suatu tumor dapat jinak (tidak bersifat kanker) atau ganas (bersifat kanker). Tumor-tumor jinak biasanya kurang berbahaya dan tidak mampu untuk menyebar ke bagian-bagian lain tubuh. Tumor-tumor ganas biasanya lebih serius dan dapat menyebar ke area-area lain dalam tubuh. Kemampuan sel-sel kanker untuk meninggalkan lokasi awal mereka dan bergerak ke lokasi lain didalam tubuh disebut metastasis.
Metastasis dapat terjadi dengan sel-sel kanker memasuki aliran darah tubuh atau sistim getah bening (lymphatic system) untuk berjalan ke tempat-tempat lain didalam tubuh. Ketika sel-sel kanker bermetastasis ke bagian-bagian lain tubuh, mereka tetap dinamakan dengan tipe asal dari sel yang abnormal. Contohnya, jika suatu kelompok dari sel-sel payudara menjadi berpenyakit kanker dan bermetastasis ke tulang-tulang, ia disebut kanker payudra yang bermetastasis. Banyak tipe-tipe berbeda dari kanker mampu untuk bermetastasis ke tulang-tulang. Tipe-tipe kanker yang paling umum yang menyebar ke tulang-tulang adalah paru, payudara, prostate, tiroid, dan ginjal.
Kebanyakan waktu, ketika orang-orang mempunyai kanker di tulang mereka, ia disebabkan oleh kanker yang telah menyebar dari tempat lain didalam tubuh ke tulang-tulang. Adalah lebih tidak umum untuk mempunyai suatu kanker tulang yang asli, suatu kanker yang timbul dari sel-sel yang membentuk tulang. Adalah penting untuk menentukan apakah kanker didalam tulang adalah dari tempat lain atau dari suatu kanker dari sel-sel tulang. Perawatan-perawatan untuk kanker-kanker yang telah bermetastasis ke tulang didasarkan pada tipe awal dari kanker.
Terdapat 2 macam kanker tulang:
1. Kanker tulang metastatik atau kanker tulang sekunder :
kanker dari organ lain yang menyebar ke tulang, jadi kankernya bukan berasal dari tulang.
Contohnya adalah kanker paru yang menyebar ke tulang, dimana sel-sel kankernya menyerupai sel paru dan
bukan merupakan sel tulang.
2. Kanker tulang primer :
merupakan kanker yang berasal dari tulang.
Yang termasuk ke dalam kanker tulang primer adalah:
- Mieloma multipel
- Osteosarkoma
- Fibrosarkoma & Histiositoma Fibrosa Maligna
- Kondrosarkoma
- Tumor Ewing
- Limfoma Tulang Maligna.
MIELOMA MULTIPEL
Mieloma Multipel merupakan kanker tulang primer yang paling sering ditemukan, yang berasal dari sel sumsum tulang yang menghasilkan sel darah.Umumnya terjadi pada orang dewasa.Tumor ini dapat mengenai satu atau lebih tulang sehingga nyeri dapat muncul pada satu tempat atau lebih.Pengobatannya rumit, yaitu meliputi kemoterapi, terapi penyinaran dan pembedahan.
OSTEOSARKOMA
Osteosarkoma (Sarkoma Osteogenik) adalah tumor tulang ganas, yang biasanya berhubungan dengan periode kecepatan pertumbuhan pada masa remaja.Osteosarkoma merupakan tumor ganas yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Rata-rata penyakit ini terdiagnosis pada umur 15 tahun.Angka kejadian pada anak laki-laki dan anak perempuan adalah sama, tetapi pada akhir masa remaja penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki.Penyebab yang pasti tidak diketahui.
Bukti-bukti mendukung bahwa osteosarkoma merupakan penyakit yang diturunkan.Osteosarkoma cenderung tumbuh di tulang paha (ujung bawah), tulang lengan atas (ujung atas) dan tulang kering (ujung atas).Ujung tulang-tulang tersebut merupakan daerah dimana terjadi perubahan dan kecepatan pertumbuhan yang terbesar. Meskipun demikian, osteosarkoma juga bisa tumbuh di tulang lainnya.Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri. Sejalan dengan pertumbuhan tumor, juga bisa terjadi pembengkakan dan pergerakan yang terbatas.
Tumor di tungkai menyebabkan penderita berjalan timpang, sedangkan tumor di lengan menimbulkan nyeri ketika lengan dipakai untuk mengangkat sesuatu benda.Pembengkakan pada tumor mungkin teraba hangat dan agak memerah.Tanda awal dari penyakit ini bisa merupakan patah tulang karena tumor bisa menyebabkan tulang menjadi lemah.
Patah tulang di tempat tumbuhnya tumor disebut fraktur patologis dan seringkali terjadi setelah suatu gerakan rutin.
# Pemeriksaan yang biasa dilakukan: Rontgen tulang yang terkena
# CT scan tulang yang terkena
# Pemeriksaan darah (termasuk kimia serum)
# CT scan dada untuk melihat adanya penyebaran ke paru-paru
# Biopsi terbuka
# Skening tulang untuk melihat penyebaran tumor.
Sebelum dilakukan pembedahan, diberikan kemoterapi yang biasanya akan menyebabkan tumor mengecil.Kemoterapi juga penting karena akan membunuh setiap sel tumor yang sudah mulai menyebar.Kemoterapi yang biasa diberikan:
- Metotreksat dosis tinggi dengan leukovorin
- Doxorubicin (adriamisin)- Cisplatin- Cyclophosphamide (sitoksan)
- Bleomycin.
Jika belum terjadi penyebaran ke paru-paru, maka angka harapan hidup mencapai 60%.Sekitar 75% penderita bertahan hidup sampai 5 tahun setelah penyakitnya terdiagnosis.
Sekelumit tentang Kanker Tulang
Tumor tulang primer merupakan tumor tulang dimana sel tumornya berasal dari sel-sel yang membentuk jaringan tulang, sedangkan tumor tulang sekunder merupakan anak sebar tumor ganas organ non-tulang yang bermetastasis ke tulang.Berdasarkan penilaian klinis, radiologis dan histopatologis yang cermat dari masing-masing tumor tulang, maka dapat ditentukan staging tumor tersebut. Staging berlaku untuk tumor jinak dan tumor ganas tulang. Sistem staging yang dipakai untuk tumor tulang ialah Surgical Staging System dari Enneking.
Untuk tumor ganas ada 3 tingkat stadium, yaitu:1. Stadium I, bila derajat keganasannya rendah.2. Stadium II, artinya tumor mempunyai derajat keganasan tinggi.3. Stadium III, yang berarti tumor sudah menyebar.Osteosarkoma (Sarkoma Osteogenik) adalah tumor tulang ganas primer, dimana tumor ganas ini memproduksi tulang dan sel-selnya berasal dari sel mesenkimal primitif. Berdasarkan WHO definisi osteosarkoma adalah:Primary high grade malignant tumour in which the neoplastic cells produce osteoid (Christopher D.M., 2002: 264).
Osteosarkoma merupakan tumor ganas yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Rata-rata penyakit ini terdiagnosis pada umur 15 tahun. Angka kejadian pada anak laki-laki dan anak perempuan adalah sama, tetapi pada akhir masa remaja penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki. Penyebab yang pasti tidak diketahui. Karena belum diketahui penyebabnya, maka sulit kita mencegah. Untuk diketahui, kanker tulang tidak ada kaitannya dengan makanan. Ada orang menduga akibat radioaktif yang terdapat di lingkungan masyarakat.Osteosarkoma cenderung tumbuh di tulang paha (ujung bawah), tulang lengan atas (ujung atas) dan tulang kering (ujung atas).Ujung tulang-tulang tersebut merupakan daerah dimana terjadi perubahan dan kecepatan pertumbuhan yang terbesar. Meskipun demikian, osteosarkoma juga bisa tumbuh di tulang lainnya.Osteosarkoma dibagi menjadi dua tipe :1. Tipe sentral yaitu tumor yang tumbuhnya di dalam tulang.2. Tipe perifer yaitu tumor yang tumbuhnya di permukaan tulang.Di Indonesia belum ada pusat data mengenai kanker tulang secara menyeluruh.
Memang ada rencana RS Kanker Dharmais dengan RS Cipto Mangunkusumo mendirikan pusat data ini. Kalau ini terwujud nanti pasti prevalansinya diketahui.Gejala dan TandaGejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri. Sejalan dengan pertumbuhan tumor, juga bisa terjadi pembengkakan dan pergerakan yang terbatas. Tumor di tungkai menyebabkan penderita berjalan timpang, sedangkan tumor di lengan menimbulkan nyeri ketika lengan dipakai untuk mengangkat sesuatu benda.
Pembengkakan pada tumor mungkin teraba hangat dan agak memerah. Tanda awal dari penyakit ini bisa merupakan patah tulang karena tumor bisa menyebabkan tulang menjadi lemah. Patah tulang di tempat tumbuhnya tumor disebut fraktur patologis dan seringkali terjadi setelah suatu gerakan rutin. Berdasarkan Jess H. Lonner, tanda osteosarkoma adalah :Paint and swelling, decreased range of motion, localized warmth and pathological fracture. (Jess H. Lonner, 1999: 243).Pemeriksaan yang biasa dilakukan:- Rontgen tulang yang terkena untuk melihat luasnya kerusakan tulang- Rontgen dada untuk melihat adanya penyebaran ke paru-paru- Bone Scan tulang untuk melacak penyebaran ke tulang yang lain- Pemeriksaan darah yaitu alkaline phosphatase serum- Pemeriksaan histopatologi dengan biopsi jarum dan biopsi terbukaPenangananHampir setiap kanker tulang ganas dengan segala kondisi apapun, dahulu selalu dilakukan amputasi untuk menghindari kematian. Sekarang dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan cara lain yang lebih “terhormat” yaitu menggunakan metode teknik baru limb salvage, dimana teknik terapi baru ini telah dikembangkan di hampir semua pusat penyembuhan kanker di seluruh dunia.
Tujuan operasi adalah untuk menghilangkan tumor lokal pada tulang yang terkena.
Menurut Prof. Errol, operasi ini dibagi menjadi dua:
· Limb salvage yaitu tulang yang terkena tumor ganas disambung dengan bekas kaki pasien lain yang baru saja meninggal dunia atau tulang yang terkena tumor pada stadium dini dimatikan dulu dengan radiasi kemudian dipasang lagi.
Limb ablation yaitu tulang yang terkena tumor ganas di amputasi. (Errol, Sekarang sebelum dilakukan pembedahan, diberikan kemoterapi yang biasanya akan menyebabkan tumor mengecil. Kemoterapi juga penting karena akan membunuh setiap sel tumor yang sudah mulai menyebar.
Kemoterapi yang sekarang dianut adalah neo ajuvant therapy, pada metode ini diberikan terlebih dahulu 3 siklus kemoterapi pra operasi dan kemudian diberikan lagi kemoterapi pasca bedah 3 siklus. Kemoterapi yang biasa diberikan adalah metotreksat dosis tinggi dengan leukovorin, Doxorubicin (adriamisin), Cisplatin, Cyclophosphamide (sitoksan), dan Bleomycin.Prognosis (Ramalan Hasil Akhir Perjalanan Penyakit)Pada permulaannya prognosis osteosarkoma adalah buruk, five years survival rate-nya hanya berkisar antara 10-20%, belakangan ini dengan terapi ajuvan berupa kemoterapi yang intensif, maka five years survival rate menjadi lebih baik, mencapai 60-70%, bahkan ada yang mencapai 100%.
Berkat kemoterapi pra bedah maka tindakan amputasi juga sudah jauh berkurang. Sekarang di pusat-pusat pengobatan kanker tulang yang lengkap, lebih sering dilakukan tindakan limb salvage.Akibat Ketidaktahuan dalam PengobatanMasyarakat sering mengganggap kanker tulang hal yang sepele, misalnya penderita yang mengeluh benjolan di paha atau patah tulang spontan yang disebabkan benturan ringan yang sebelumnya penderita memang sudah memiliki tumor terlebih dahulu dibawa ke pengobatan alternatif. Jika dalam kondisi seperti ini dilakukan pengurutan bisa mengakibatkan tumor tadi pecah dan menyebar, maka tindakan mengurut itu sangat berbahaya.
Kanker Tulang - Tak Perlu Amputasi, Bisa Direhabilitasi
Benjolan pada seseorang tidak selalu berkonotasi jelek. Bagi wanita, “benjolan di bagian dada” boleh jadi bisa menambah seksi, tetapi jika benjolan itu terdapat pada bagian tubuh yang tak semestinya, tentu harus diwaspadai, jangan-jangan itu merupakan pertanda awal terjadinya kanker tulang. Benarkah kanker tulang kini bisa direhabilitasi, tak perlu amputasi?
KANKER tulang, menurut para ahli, belum diketahui penyebabnya. Itulah sebabnya mengapa penderita harus menjalani amputasi alias dipotong bagian tubuh yang terkena kanker itu.
Bersyukurlah kita sekarang ini, kemajuan teknologi di bidang kedokteran telah mampu memberi harapan-harapan baru bagi penderita kanker tulang. Istilah rehabilitasi, mungkin bisa lebih pas untuk mereka yang menjalani pengobatan kanker tulang saat ini, dimana dokter akan melakukan penggantian tulang yang rusak dengan tulang yang baru, dengan cara penyemenan. Cara terakhir ini praktis bukan tanpa kendala. Sulitnya memperoleh tulang pada orang yang sudah mati adalah salah satunya. Selain itu, istilah donor tulang pun mungkin belum terlalu populer di telinga banyak orang.
Untuk mengetahui liku-liku kanker jenis yang satu ini, berikut petikan wawancara penulis dengan Dr Nicolaas Budhiparama, FICS, ahli Bedah Tulang di RS Kanker Dharmais, Jakarta;
Dapat Anda jelaskan perihal kanker tulang?
Sebelumnya perlu diketahui bahwa antara tumor dan kanker sama saja artinya. Ada tiga macam tumor tulang yaitu yang bersifat lunak, ganas dan yang memiliki lesi di tulang (berlubangnya struktur karena jaringan akibat cedera atau penyakit). Selain itu ada yang bersifat primer dan skunder. Pada tumor tulang skunder misalnya, seseorang terkena tumor payudara, kemudian menjalar ke tulang dan selanjutnya menggerogoti tulang tersebut. Kanker tulang ini merupakan kelompok tumor tulang yang ganas.
Tingkat bahayanya?
Kanker paling sulit ditangani. Sebagai perbandingan, pada kanker jenis lain, sebut saja kanker payudara yang memiliki banyak jenis, patologinya mudah diketahui, sehingga tidak sulit ditangani. Berbeda dengan kanker tulang yang jenisnya banyak pula, tetapi penangannannya berbeda-beda. Karena terlalu banyaknya, tak heran terjadi salah diagnosa, akibatnya praktis akan salah pula pengobatannya.
Bedanya dengan “osteoporotis”?
Jelas berbeda, osteoporotis penyakit yang ditandai dengan adanya kerapuhan di tulang, desebabkan kekurangan kalsium. Osteoporotis biasanya terjadi pada orang-orang lanjut usia, sedangkan kanker tulang penyebabnya hingga sekarang belum diketahui. Celakanya, bisa menyerang semua usia. Karena belum diketahui penyebabnya, maka sulit kita mencegah. Yang bisa dilakukan sekarang ini hanyalah mengobati, mengganti dan mengamputasi bagian yang terkena tumor yang tidak bisa diselamatkan.
Prevalensinya di Indonesia?
Belum diketahui secara pasti. Di negeri ini belum ada pusat data mengenai kanker tulang secara menyeluruh. Yang bisa saya katakan sekarang, ada rumah sakit yang baru mengumpulkan jumlah penderitanya, tetapi mereka berdiri sendiri-sendiri, sehingga jumlah keseluruhan di masyarakat tidak diketahui pasti. Memang ada rencana RS Kanker Dharmais dengan RS Cipto Mangunkusumo mendirikan pusat data ini. Kalau ini terwujud nanti pasti prevalansinya diketahui.
Dapat Anda jelaskan gejala awal penyakit ini?
Ini yang penting diketahui. Untuk gejala tumor tulang jinak, biasanya penderita tidak merasakan sakit sama sekali. Misalnya sedang bermain sepakbola terjatuh, kemudian setelah difoto rontgen ternyata terdapat tumor jinak. Sementara tumor ganas mulanya mulanya kecil disertai benjolan. Benjolan itu bisa besar, bisa juga kecil. Keadaan ini diikuti rasa sakit dan berwarna merah. Kalau benjolan tadi diurut, sumber tumor tadi akan pecah, akibatnya bisa menyebar ke bagian lain. Kebiasaan diurut lazim terjadi di masyarakat kita. Padahal ini sangat riskan, sebab bisa saja tumor tersebut menjadi tidak terlokalisir.
Kalau demikian, mengurut itu berbahaya bagi mereka yang keseleo atau yang habis terjatuh?
Penyakit timbul bukan karena terjatuhnya yang bersangkutan, melainkan sebelumnya penderita memang sudah memiliki tumor terlebih dahulu. Kalau dalam kondisi seperti ini dilakukan pengurutan bisa berakibat tumor tadi pecah dan menyebar. Dalam keadaan demikian sudah barang tentu harus ditanggulangi melalui mengganti tulang. Sementara yang rusak diamputasi. Saya tidak mengatakan dukun urut itu jelek, namun saya lebih menganjurkan si penderita difoto rontgen dahulu, hingga diketahui jelas, tumor atau bukan. Bagi yang tidak terdapat tumor dan percaya akan dukun silahkan saja diurut. Sedangkan bagi yang terdapat tumor, maka tindakan mengurut itu sangat berbahaya.
Tumor seperti itu senangnya di bagian apa?
Biasanya, bisa terdapat di dalam dan di luar tulang. Untuk diketahui, kanker tulang tidak ada kaitannya dengan makanan. Ada orang menduga akibat radioaktif yang terdapat di lingkungan masyarakat. Tetapi memang belum diketahui secara pasti apa penyebabnya.
Mereka yang berisiko tinggi?
Ini terjadi, tergantung dari jenis tumornya. Kalau jenisnya osteosarcoma misalnya, lebih banyak terjadi pada usia muda (belasan tahun). Sedangkan kelompok condrosarcoma terjadi pada usia di atas 50 tahun. Yang jelas bisa mengenai semua kelompok umur.
Pilihan lain selain amputasi?
Hampir setiap kanker tulang ganas dengan segala kondisi apapun, dahulu selalu dilakukan amputasi untuk menghindari kematian. Sekarang dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan cara lain yang lebih “terhormat”. Si penderita yang terkena kanker sebelum diganti tulangnya terlebih dahulu dimatikan kankernya dengan pengobatan. Kalau masih bisa ditambal, ya disemen. Atau juga menggunakan metode teknik baru limb salvage, dimana tulang yang terkena tumor ganas disambung dengan bekas kaki pasien lain yang baru saja meninggal dunia. Sesuai dengan perkembangan, teknik terapi baru ini telah dikembangkan di hampir semua pusat penyembuhan kanker di seluruh dunia. Angka keberhasilannya meningkat 80%. Di Indonesia juga mulai diterapkan. Pasien terlebih dahulu menjalani kemoterapi, setelah itu baru tumor ganasnya diangkat. Bila tulang yang bersangkutan perlu diganti, maka diganti. Tentu saja kerjasama dalam pelaksanaan metode ini menuntut keterampilan tersendiri.
Namun cara itu membutuhkan biaya yang tinggi?
Biaya mahal tak begitu problem. Yang menjadi masalah adalah soal donor tulang. Seperti halnya dengan donor mata, hanya berapa persen pendonornya berasal dari dalam negeri. Sedangkan sebagian besar pendonor datang dari Srilanka. Begitu juga dengan pendonor tulang. Berbeda dengan di luar negeri. Di negeri Belanda misalnya, banyak orang yang mendonorkan tulangnya. Mayatnya dibedah, diambil tulangnya dan diganti dengan kayu. Oleh sebab itu di Belanda, soal pengadaan tulang tak menjdi masalah.
Awalnya terlihat normal layaknya orang sehat pada umumnya. namun yang perlu di waspadai pada saat ada benjolan yang berada tidak wajar, itu harus segera di periksakan.Setelah terlihat benjolan, maka si penderita akan mulai mengalami kesulitan bergerak, dan akhirnya terlihat lumpuh.
Keadaan tubuh penderita kanker umumnya menunjukkan penurunan berat badan yang drastis dalam beberapa bulan terakhir. namun juga tergantung jenis dan stadiumnya. bila dijumpai adanya benjolan abnormal dengan maupun tanpa nyeri pada tulang sebaiknya segera memeriksakan diri.
penyakit kanker tulang belum diketahui penyebabnya dan tidak berhubungan dengan pola makanan, diperkirakan karena radiasi. Harapan hidupnya bisa mencapai 100% tergantung kondisi pasien secara lebih detailnya. Bisa melalui kemoterapi maupun operasi